Alasan Mengapa Helm itu Bundar

Salah satu bagian yang harus dikenakan para rider saat berkendara yaitu helm. Saat ini juga banyak berbagai macam tipe dan jenis helm.

Banyak para rider yang memilih helm dengan kesukaannya sendiri dan yang pasti mereka memilih helm dengan syarat seperti pilihlah helm full face, nyaman di kepala, mempunyai kaca pelindung, bagian luar yang keras, namun tebal & lembut di bagian dalam, serta mempunyai tali pengaman. Karena hal tersebut merupakan Standar Nasional Indonesia (SNI) bahkan standar internasional.



Meski banyak berbagai bentuk helm saat ini yang mempunyai daya tarik tersendiri, namun yang wajib diperhatikan kalau anda ingin membeli helm adalah dianjurkan untuk membeli helm dengan bentuk yang bulat daripada helm yang memiliki banyak tonjolan atau variasi di permukaannya.

Menurut Harry Suherman yang merupakan Presiden Direktur Cargloss Proriders (CPR), dengan adanya tonjolan pada bentuk helm hal itu sangat berbahaya saat terjatuh di aspal.

“Karena dengan helm bulat, waktu terjatuh bentuk helm dapat mempermudah pergerakan helm tersebut. Beda halnya dengan helm yang desainnya banyak tonjolan, hal tersebut justru lebih berbahaya," ungkap Harry saat di Jakarta, Minggu 1 Maret 2015.

Harry menyatakan, selain kegunaan helm sangat vital pada bagian kepala, dibagian leher juga menjadi bagian yang sangat rawan. Jadi, kalau waktu helm terbentur & berhenti waktu terkena batu atau trotoar, kemungkinan leher bisa saja patah.

“Lihat saja bola, bentuk bola itu bulat, jika dia terjatuh niscaya menggelinding,” ujarnya.

Artikel Terkait

Review 4226333024951556807

item